Subscribe

Wednesday, 10 August 2011

PERBEDAAN ANTARA RUH ( NYAWA) DAN JIWA


PERBEDAAN  ANTARA RUH ( NYAWA)  DAN JIWA

Jawaban singkat adalah ruh dan jiwa adalah satu dan sama dan satu makhluk yang diciptakan Allah dan di tiupkan atau dimasukan kedalam tubu manusia.
jadi kenapa kadang kadang kita mengatakan ruh atau nyawa.dan kadang kadang kita mengatakan jiwa..jawaban nya adalah..dinamakan ruh karena kelembutan nya..dan dinamakan jiwa karena keterkaitannya dengan tubuh..

dan mereka (orang yahudi) menanyakan kepadamu (wahai Muhammad)  tentang ruh..katakanlah..! ruh itu sebahagian dari urusan tuhanku (ilmu tuhanku) dan tidak diberikan kepada kamu dari ilmu (ilmu ALlah) kecualihanyalah sedikit.

 
Ruh atau jiwa adalah bentuk nurani yang lembut dan hidup bagi zat nya juga bergerak menyusub dalam tubuh dan menyerab didalamnya. Ruh adalah ciptaan Allah dan ruh adalah perkara atau urusan Allah ta’ala..hanya Allah yang tau tentang ruh secara detail..Sebagaimana ketika yahudi menanyakan kepada nabi tentang yang menhidupkan badan..Allah memerintah Nabi untuk mengatakan kepada yahudi bahwa ruh adalah sebahagian dari urusan (ilmu ) Allah ta’ala..kalian tidak tahu tentang ruh.karna tidak diberikan ilmu kepada kalian kecuali hanyalah sedikit saja..ilmu manusia hanyalah sedikit apabila dibandingkan dengan ilmu Allah ta’la..sebagaimana yang telah diabadikan dalam surat Al –isra ‘ ayat 85
Maka manusia tidak mampu untuk mengetahui bentuk,wujud, dan hakikat ruh secara detail dan sebenarnya, karena ruh tersebut bukanlah dari jenis yang dapat kita saksikan dengan mata kepala kita.dan oleh karena itu ruh tidak bisa kita masukkan kedalam laboratorium penelitian, dan tidak bisa kita letakan dibawa kaca mikroskop, akan tetapi ruh tersebut dapat kita lihat bekas dan efeknya ketika ruh tersebut berada dialam tubuh, dan dapat kita rasakan bekas dari berpisahnya ruh dari badan ketika ruh kita dicabut oleh malaikat pencabut nyawa (‘izrail/ malek maweut).
Dan sesungguh nya kepahaman, Akal, pendengaran , penglihatan , dan bergerak dengan sengaja; tidak lah semua itu terwujud kecuali dengan ruh. Maka apabila ruh dicabut dari badan maka semua itu tidaklah akan terjadi..sungguh Allah telah menciptakan Bentuk atau badan Nabi Adam tetapi tidak lah ciptaan Allah tersebut bisa mendengar dan bisa melihat kecuali setelah ditiupkan ruh kedalam jasad atau badan nabi Adam…dialam surat Al Hijr ayat 29-30 ; setelah Allah mencipatakan Adam secara sempurna dan meniupkan atau menjalankan atau memasukkan ruh kedalam tubuh nabi Adam, maka selanjutnya Allah memerintahkan kepada para malaikat untuk bersejud kepada Adam sebagai bentuk penghormatan.maka selanjutkan semua malaikat tanpa kecuali bersujud semua nya kepada Adam…dan yg tidak mau bersujud hanyalah Iblis Laknatillah..
Dan pada hari kiamat nanti atau pada hari kebangkita ketika ruh dikembalikan kepada jasad masing masing..maka bangkitlah manusia hidup kembali , bisa melihat dan mendengar, sebagaimana manusia pernah hidup, dalam surat Azzumar ayat 68; bisa kita lihat ayat dan terjemahan nya bahwa ruh akan ditiupkan kembali kedalam tubuh manusia pada hari kebangkita dan tiba tiba manusia bangkit dan melihat.
Para ulama telah menjelaskan dan memberikan dalil dari Alquran dan Sunnah (Hadist) tentang bahwa ruh ditiupkan kepada Janin sebagaimana dalil dalil yang menyatakan bahwa ruh di tiupkan kedalam tubuh manusia dan dicabut kembali dari tabuh manusia. Dan selanjutnya ditiupkan kembali pada hari kebangkita..dan sungguh Allat ta’ala telah berfirman bahwa Allah ta’ala mewakilkan sebahagian malaikat untuk mencabut ruh hamba hamba Allah. Didalam surat Assajadah ayat 11 jelas Allah mengatakan bahwa “katakanlah bahwa mewafatkan kamu oleh malaikat malaikat maut yang telah diwakilkan bagimu” dan didalam Alquran juga tercantum bagaimana kondisi dan situasi ketika malaikat malaikat pencabut nyawa datang mencabut nyawa manusia. Dan keadaan manusia ketika sakaratul maut..dan ketika manusia merasakan bahwa dia akan berpisah dari dunia dan akan kembali kepada penciptanya.dan keadaan ketika kita merasakan bahwa badan kita akan berpisah dengan ruh yang selama ini selalu menemani kita dalam hidup didunia..bisa dilihat ayat dan terjemahan nya didalam surat Al-waqi’ah ayat  83-87, Alqiyamah 26-30 , Al ‘An ‘am  93 .
Selanjutnya didalam hadist yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim bahwa Nabi berkata kepada sahabat sahabat nya yang ketika itu para sahabat luput salat karena tidur.nabi berkata..sesungguh nya Allah mencabut ruh ruh kamu sebagaimana dia kehendaki dan mengembalikan ruh ruh kamu sebagaimana dia kehendaki” dan hadis nabi ketika Bilal mengatakan kepada nabi wahai rasulullah wahai utusan Allah ; Allah yang mengambil jiwaku dan jiwamu ,. Didalam surat Azzumar ayat 42 bahwa Allah mewafatkan jiwa jiwa ketika matinya baik diwaktu tidur maupun diwaktu tidak tidur..yang mati diwaktu ditidur dicabut oleh Allah jiwa nya ketika tidur.yang tidak mati ketika tidur akan di pending sampai waktu ajalnya..demikian kira kira makna yang dapat saya tangkap dari ayat tersebut…
            Dan sebuah hadist yang berkenaan dengan keadaan diwaktu nabi yang diriwayatkan oleh bukhari dan muslim dari nabi bahwa nabi apabila ingin tidur dan mau tidur nabi berkata..” dengan namamu wahai tuhanku ..aku merebahkan pinggirku dan dengan namamu aku mengangkat nya ( artinya dengan namu aku tidur dan dengan namu aku bangun) apa bila kamu mengambil jiwaku maka ampunilah dia dan sayangilah dia, dan apabila kamu melanjutkan jiwaku (tidak dicabut) maka jagalah dia dengan apa yang kamu jaga denganya pada hamba hambamu yang saleh..”
            Dan hadist yang diriwayatkan oleh bukhari dalam sahihnya “bahwa sesungguh nya para syuhada itu Allah menjadikan ruh ruh mereka bagaikan burung burung yang hijau yang bersuka ria di taman syurga dan kembali terbang ke bawah lampu lampu yang indah yang tergantung dibawah Arasy”  dan..
Hadist nabi lagi dengan sanad yang sahih.” Bahwa manusia apabila dicabut ruh nya maka malaikat berkata “ keluarlah wahai jiwa yang baik yang ada didalam tubuh yang baik” keluarkan dengan keadaan mendapatkan keridhaan dari Allah” dan apabila manusia yang keji mati maka malaikat tersebut akan mengatakan wahai jiwa yang keji yang ada didalam tubuh yang keji , keluarlah dengan mendapatkan murka dari Allah.
Dari arti hadis hadis yang tersebut di atas tadi.dapat kita simpulkan bahwa “
1.      yang dicabut ketika tidur dinamakan ruh dan dinamakan pula jiwa
2.      yang di naikkan ke langit dinamakan ruh juga dan dinamakan jiwa juga.
Akan tetapi ; dinamakan jiwa karena dipandang dari segi bersatu nya ruh dengan badan, dan dinamakan ruh kerana kelembutan nya dak dalam bentuk ruhani serta sesuatu yang sangat lembut sehingga kita pun tidak bisa melihatnya.
Karena lafadh ruh mengandung makna yang berarti lembut.

Selebih nya ada pula ruh dan jiwa yang diartikan dengan arti yang tidak tercantum diatas…yaitu dengan arti selain ruh yang bermakna ruh yang dicabut ketika mati.
Misalnya arti lain dari ruh adalah angina yang keluar dari badan dan angina yang masuk kedalam badan atau disebut dengan nafas  (ini menurut Ibnu Taimiyah) dan menurut ibnu taimiyah juga..ruh juga kadang diartikan sebagai asap yang keluar dari jantung ketika jantung tersebut di bedah..ini adalah ketika masa ibnu Taimiyah hal tersebut dinamakan oleh dokter arab atau disebutkan dengan kata “ruh” .
Namun arti tersebut bukan arti yang sesungguh nya atau hakikat..atau dinamakan arti menurut adat atau uruf atau juga bisa disebut arti majaz…
            Selanjutnya jiwa ( dalam bahasa arab di sebut Annafsu ..annafsu dalam bahasa Indonesia diartikan jiwa dan diartikan juga diri.) ;( nb: ruh juga bahasa arab” bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia maka disebut nyawa, atau langsung disebut dengan ruh sebagai kosa kata yang diambil dari bahasa arab dan dijadikan sebagai kosakata bahasa Indonesia)  …jiwa…;   jiwa kadang diartikan dengan diri sesuatu atau zat sesuatu dan ‘in nya sesuatu tersebut..misalnya dalam Alquran surat Attahrim ayat 6 ..Allah berfirman ..yang artinya kira kira “ jagalah diri diri kamu dan keluarga mu dari api neraka “ didalam ayat tersebut kita artika diri kita padahal lafad nya adalah anfus kata jamak dari annafsu yang berarti jiwa dan juga berarti diri yang sering diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia.sementari bagi orang arab..dari awal hingga terakhir tulisan ini ..hanya ada dua lafadh yng perlu kita cermati yaitu lafadh ruh..dan lafadh annafsu (.ruh dan jiwa..) dan makan tadi adalah bukan makna jiwa yang sama dengan ruh..
            Makanya jiwa atau annafsu (dalam bahasa arab) dibagi ke beberapa macam..
  1. annafsul amarah bissuk ( jiwa /nafsu yang selalu terjebak dalam dosa dan tak pernah sadar serta bangga dengan dosa)
  2. nafsul lawwamah ( hamper sama dengan nafsu/ jiwa yang pertama akan tetapi dia sadar setelah melakukan dosa dan mencoba memperbaiki dirinya walaupun selalu terjebak dan selalu mengulangi dosa)
  3. nafsul mutmainnah ( adalah jiwa atau nafsu yang berada dalam lingkaran ridho Allah)

padahal jiwa manusia adalah satu tetapi apabila jiwa tersebut sudah dikaitkan dengan nafsu maka jiwa tersebut terbagi bagi menurut rendah dan tinggi nya dia mengikuti hawa nafsu nya.. dan kadang arti jiwa juga dikaitkan dengan sesuatu yang berkenaan dengan otak dan hati..misalnya saja apabila seseorang mengalami gangguang otak maka disebut dia orang gila atau penderita sakit jiwa..wallhu a’lam..

kesimpulan…apa perbedaan ruh dan nyawa dan jiwa?
Jawaban :  ruh dan nyawa dan jiwa adalah sama. apabila kita melihat perbedaan nya didalam Al-quran dan hadist maka kita akan mendapatkan bahwa kata ruh dapat kita artikan nyawa ..berarti ruh dan nyawa adalah sama..yang mebedakan nya adalah lafadh dan pengucapan serta pronounciation nya…ruh adalah kosa kata bahas arab dan nyawa adalah kosa kata bahasa Indonesia..selanjut nya apa bila sama ruh dan nyawa maka …

apa perbedaan antara ruh/nyawa dengan jiwa?

Didalam bahasa arab terdapat dua kosa kata yang sangat berkenaan dengan soal ini.yaitu Ruh dan Annafsu..kata Annafsu hanyalah kata yang dapat kita artikan kedalam bahasa Indonesia dengan JIWA..jadi Annafsu dalam bahasa Arab..sedangkan jiwa dalan bahasa Indonesia. Jadi apa beda nya ruh dan jiwa?
Jawab… ruh dan jiwa pada hakikat nya adalah sama..sebagaimana tersebut didalam ALQuran dan Hadist.. berarti ruh dan jiwa adalah satu..tetapi ada dua nama  ..dinamakan ruh karena dia sangatlah lembut..dan dinamakan Annafsu (jiwa) karena kesangkut pautan nya dengan badan…berarti ruh dan jiwa adalah sama..  
Walaupun ruh dan jiwa mempunya arti yang lain namun arti yg lain itu adalah majaz dan bukan arti sebenarnya..bisa kita lihat perbedaan arti yang majaz dan arti yang sebenanya adalah ketika ibu memasak nasi..memasak nasi..apakah itu arti yang asli..?  jawaban nya bukan..karena yang dia masak adalah beras..arti asli nasi adalah beras yang sudah dimasak disebut nasi..  sementara kita bilang memasak nasi padahal yang kita masak adalah beras…berarti kata nasbi kita katakana kepada beras..disini arti memasak nasi adalah memasak beras..berarti memasak nasi adalah majaz. Dengan cara menamakan sesuatu dengan nama hasilnya..hasil memasak beras adalah nasi…sama dengan memasak nasi.karena hasilnya nasi..ihahhaha

Wallahu a’lam..

Melihat perbedaan mempunya berbagai macam segi..yang pertama melihat perbedaan dari segi kosa katanya…dan pemakain nya seta makna nya..dan selanjutnya adalah melihat pebedaan dari segi bentuk dan jenis nya…
Nyawa ruh dan jiwa ..bentuk nya tidak dapat kita lihat..namun kita bisa melihat ayat dan hadist.yang menggunakan kata kata tersebut.namun setelah kita lihat pemahamannya dari ayat dah hadist tersebut rupanya adalah mempunyai makna yang sama namum kosa kata pemakaian dalam ayat dan hadist tersebut ada perbedaan..yaitu kadang kadang memakai kata ruh.dan kadang kdang memakai kata jiwa..namun tujuan nya adalah sama..
            Setelah itu kita buka kamus..kita lihat pendapat ulama tentang perbedaan nyawa dan jiwa ..eh rupanya yang membedakan kedua nya adalah hanya sebatas lafadh dan keterkaitan nya dengan tubuh..namun ruh dan nyawa serta jiwa adalah..satu makhluk yang dimasukan oleh Allah kedalam tubu manusia…ketika dia kita pisahkan dari tubu dan tidak berhubungan lagi dengan tubu..disebut ruh atau nyawa..ketika masih berada dalam tubuh disebut ruh juga disebut jiwa..disebut ruh Karena kelembutannya.dan disebut jiwa karena keterkaitanya dan salingketerkatian nya antara tubuh dan ruh.maka disebut nyawa…wallahu a’lam..

0 comments:

Post a Comment

 
Free Web Hosting